Mata minus adalah kondisi dimana mata tidak bisa melihat dengan jelas alias kabur. Banyak orang yang mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan kacamata minus. Mereka yang menggunakan kacamata minus ini akan membuat pandangan mereka menjadi normal kembali. Namun sayangnya penggunaan kacamata ini cukup mengganggu aktivitas manusia dan bahkan kurang praktis. Tak heran jika kini muncul lensa kontak mata yang terlihat lebih natural dan tidak terkesan memiliki minus.

Jangan Gunakan Lensa Kontak Mata Secara Sembarangan

Berkaitan dengan hal di atas, rupanya memang kini banyak orang yang beralih dari kacamata menjadi lensa kontak mata. Mereka yang memiliki mata minus dan menggunakan lensa kontak ini akan terlihat seperti mata normal. Bahkan kini juga semakin banyak lensa kontak khusus untuk mata normal dengan berbagai warna dan desain yang unik.

Namun sayangnya, tidak semua orang tahu dan paham dengan penggunaan lensa kontak mata itu. Kebanyakan orang justru hanya ingin bergaya-gaya tanpa memperhatikan kesehatan. Padahal jika lensa kontak mata digunakan secara terus-menerus dan bahkan digunakan di ruang terbuka tentu akan sangat berbahaya. Lantas, apa sajakah bahaya dari lensa kontak mata itu?

Ada beberapa bahaya dari penggunaan lensa kontak mata yang digunakan secara terus-menerus. Bahaya yang tidak diketahui oleh penggunanya yakni berkembangnya bakteri yang menempel pada lensa. Sehingga lensa kontak mata harus dibersihkan minimal sehari dua kali, yakni sebelum dan sesudah pemakaian. Selama tidak pemakaian lensa juga harus direndam ke dalam cairan lensa agar bentuknya tetap baik dan lembab.

Pengguna juga harus rutin meneteskan cairan lensa ketika sedang digunakan minimal 2 jam sekali. Hal ini bermanfaat agar bakteri tidak berkembang biak. Jika bakteri berkembang biak, tentu bakteri akan masuk ke dalam mata dan semakin dalam merusak mata.

Selain itu, lensa juga bisa menempel pada mata dan sulit untuk dilepaskan. Jika demikian, maka lensa bisa merusak retina yang ada pada matamu. Maka dari itu, berhati-hatilah ketika menggunakan lensa kontak mata.

Author