Memulai bisnis jasa fotocopy memang membutuhkan banyak modal mengingat harga satu buah mesin fotocopy yang mahal, hingga mencapai puluhan juta. Bagi pelaku bisnis menengah harga tersebut tentu saja sangat tinggi terlebih dengan kebutuhan lainnya ketika akan memulai bisnis fotocopy. Namun, sewa mesin fotocopy atau kredit bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai bisnis namun tidak memiliki modal yang cukup.

Perbedaan Kredit Dan Sewa Milik Mesin Fotocopy

Sewa mesin fotocopy dan kredit adalah dua cara dan pilihan yang sekiranya bisa membantu Anda yang ingin memulai bisnis jasa fotocopy namun memiliki modal yang pas-pasan. Kedua cara tersebut secara garis besar sama, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Persamaan dan perbedaan dari keduanya tetap bisa membantu Anda yang ingin memulai bisnis fotocopy. Simak beberapa perbedaan kedua cara tersebut di bawah ini.

  1. Kredit Mesin Fotocopy

Ketika seorang pebisnis memutuskan untuk melakukan kredit mesin fotocopy, dia harus membayar biaya kredit setiap bulannya selama waktu yang telah disepakati bersama. Penyedia kredit tentu saja memberikan bunga atau biaya tambahan dari harga mesin fotocopy yang sesungguhnya. Setelah kredit telah dibayarkan sepenuhnya, maka kepemilikan mesin fotocopy beralih menjadi milik pengambil kredit. Pengambil kredit juga hanya akan mendapat servis gratis sedangkan untuk sparepart dan toner menjadi tanggung jawab pribadi.

  1. Menyewa Mesin Fotocopy

Berbeda dengan kredit, sewa milik mesin fotocopy hanya berlaku selama waktu yang ditentukan tanpa adanya perubahan pemilik. Jadi, selama apa pun sewa dilakukan, kepemilikan mesin fotocopy akan tetap menjadi pemilik sewa. Sama seperti kredit, penyewa juga harus membayar biaya sewa setiap bulan selama jangka waktu yang telah disepakati kedua belah pihak.

Karena mesin fotocopy tetap menjadi milik pemberi sewa, maka semua kerusakan yang mungkin saja terjadi pada mesin masih menjadi tanggung jawab pemberi sewa. Penyewa hanya perlu memberitahu dan pemilik akan memperbaikinya. Begitu pula dengan urusan servis rutin agar mesin fotocopy selalu prima, menjadi tanggung jawab pemberi sewa. Sewa mesin fotocopy banyak dilakukan oleh perusahaan atau bahkan pemilik usaha yang belum memiliki modal cukup untuk membeli mesin fotocopy sendiri.

Author