Tahu mie instan? Siapa yang tidak kenal makanan praktis berbentuk mie yang dikeringkan dalam proses pendinginannya setelah di goreng dan di tiriskan!?. Mie kemasan ini adalah termasuk salah satu makanan yang sangat digemari hampir di seluruh lapisan masyarakat. Rasanya yang nikmat dan takarannya yang pas, sudah menjadikan mie instan sebagai makanan pokok bayangan disamping nasi. Bahkan berbagai kreasi masakan telah diciptakan dari mie yang memiliki berbagai cita rasa ini. Dari mulai Omlet Mie Instan, Sosis Gulung Mie Instan, Godog Jawa Mie Instan, Bakwan Mie Instan, bahkan yang tidak kalah serunya sekarang ini telah tercipta kudapan kekinian yang terbuat dari mie bertekstur kenyal ini, yaitu Donat Mie Goreng Instan.

Serunya Berjualan Donat Mie Instan Goreng Sampai Kewalahan

Jangan heran kalau kemudian ketika seseorang mendapat ide kreatif memodifikasi mie instan menjadi sebuah inovasi baru dunia per-kulineran kekinian, yang kemudian menjadi nge-hits, sampai akhirnya membawanya kepada potensi usaha yang cukup menguntungkan.

Pertama kali diperkenalkan di Sydney, Australia pada 25 – 27 Mei kemarin, kreasi donat mie instan goreng ini cukup menyita perhatian dunia maya pada saat itu. Postingan dari salah satu pemilik akun Instagram yang menggugah foto donat goreng dengan posisi dikeluarkan sebagian dari dalam bungkus mie instan terkemuka Indonesia itu, telah membuat penasaran seluruh netizen dunia.

Dan akhirnya kini di Indonesia, dengan harga 10 ribu hingga 15 ribuan, kamu sudah dapat menikmati sensasi baru makan mie instan goreng. Padahal, harga satu bungkus mie instan goreng dijual kisaran harga Rp. 2.500,- saja. Namun setelah menjadi sebuah olahan baru yang dapat dikomersilkan, harga jualnya berkali-kali lipat. Bisa dibayangkan keuntungan yang didapat per harinya.

Potensi usaha yang cukup lumayan bukan? Selain itu, berjualan makanan yang sedang viral dimasyarakat itu sangat seru. Sebentar saja langsung ludes, bahkan sampai kewalahan. Dengan modal yang relatif kecil, kita dapat mengembangkannya menjadi lebih sukses. Tinggal bagaimana mempertahankan dan terus berinovasi dengan ha-hal yang baru di dunia kuliner.

Author